Pernah dengar sesuatu hal tentang "homeschooling"? Pola pendidikan ini semakin banyak dipilih oleh orang tua di indonesia. Homeschooling berarti sekolah rumah, juga dikenal sebagai sekolah mandiri atau pendidikan rumah, pembelajaran berbasis rumah. Definisi pendidikan rumah umumnya merupakan model pendidikan alternatif, atau proses pelayanan pendidikan, terorganisir dan dipimpin yang secara langsung melibatkan orang tua, keluarga dan lingkungan secara langsung dalam organisasi dan proses belajar. Hal ini memungkinkan anak mengembangkan potensi berdasarkan kemampuan mereka.
Nah, saat melakukan homeschooling, mungkin tips-tips di bawah ini akan membantu orang tua dalam melaksanakan homeschooling:
1. Pelajari lebih lanjut tentang undang-undang Pendidikan di rumah (homeschooling) di negara Anda
Setiap negara memiliki hukum sendiri dalam melakukan homeschooling. Adalah tepat bagi orang tua untuk mempelajari undang-undang di Indonesia tentang homeschooling untuk diterapkan dan diterapkan pada anak.
2. Pastikan orang tua punya waktu untuk menemani belajar anak di rumah
Sebenarnya homeschooling tidak terlalu sulit. Namun, dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkannya di rumah.
3. Kenali pilihan Anda
Ada banyak pilihan yang tersedia untuk program homeschooling. Anda dapat menemukan pilihan seperti membuat kurikulum sendiri, anak Anda, berpartisipasi dalam kelompok pendukung homeschooling di wilayah Anda, atau membiarkan anak-anak Anda sendiri memilih mengikuti kelas umum secara online.
4. Pastikan Anda sudah siap
Anda perlu mempersiapkan banyak hal sebelum pulang sekolah. Beberapa hal mungkin bisa menjadi sedikit lebih sulit bagi orang yang tidak terbiasa dengan metode ini (homeschooling). pikirkan baik-baik dan pelajarilah dengan mendalam apa itu homeschooling dan apa saja konsekuensinya.
5. Anda harus menyimpan beberapa catatan target untuk anak
Pahami bahwa homeschooling tidak sama dengan pendidikan reguler. Anda perlu membuat dan menyimpan catatan sendiri tentang nilai anak. Misalnya, partisipasi kehadiran, bagaimana mengukur prestasi anak, nilai tes, dan salinan kurikulum anak.
Dalam beberapa kasus di negara lain seperti di AS, ada sejumlah petugas yang masuk rumah dan mengecek kegiatan home education di rumah Anda. para petugas itu ingin mengetahui sejauh mana pemahaman orang tua tentang homeschooling.
Karena itu, jika Anda ingin menerapkan metode homeschooling, Anda harus mempelajari segala hal tentang hal itu!
Catatan Kurangnya homeschooling dan kegagalan homeschool, setelah itu saya akan menaruh ini.Jika anda setuju, baca terus. Jika Anda tidak setuju dan tergoda untuk mencari tahu tentang homeschooling, baca dulu dan kemudian bandingkan apakah fakta itu terlihat jelas dalam konsep mengajar anak Anda.
Kegagalan 1: sosialisasi
Kurangnya interaksi, terutama dengan teman sebayanya. Asosiasi dengan rekan sebayanya sangat terbatas. Sedangkan partisipasi terkait merupakan syarat penting bagi anak sekolah
Kegagalan 2: Persaingan
Jangan melatih semangat kompetisi. Dan setiap saat kita harus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, dengan cara yang sopan dan hormat. Sedangkan sekolah merupakan tempat yang khas untuk belajar melatih anak untuk berkompetisi.
Kegagalan 3: terisolasi
Hal ini sangat mungkin untuk mengisolasi lingkungan sosial. Apalagi saat orang tua memilih untuk tidak bergaul dan berhubungan dengan tetangga dan kerabat.
Kegagalan 4: Pergaulan terbatas
Keterbatasan terutama berhubungan dengan kelompok sebaya (asuransi jiwa kolektif). Pembatasan asosiasi dengan berbagai orang yang secara sosial heterogen, bisa membuat anak "takut" dan pusing dalam berelasi di masyarakat pada umumnya.
Kegagalan 5: Kerja tim lemah
Karena menggunakan untuk belajar sendiri, sangat mungkin anak tersebut tidak terbiasa bekerja sama, tidak dapat bekerja dalam tim kerja dengan cepat.
Anak-anak homeschool tidak dilatih untuk bekerja sama sebagai sekolah formal, sehingga kerja tim yang relatif tidak terampil.
Kegagalan 6: kepemimpinan lemah
Anak-anak homeschool agak sulit untuk menjadi pemimpin, karena jarang memiliki kesempatan untuk memimpin, terutama untuk kepemimpinan di kelompok anak seumuran.
Kegagalan 7: Kurang bertahan hidup
Kurangnya interaksi dengan berbagaimacam teman dari berbagai strata ekonomi dan sosial membuat anak-anak yang homeschooling kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga dan bertahan dalam kehidupan masyarakat.
Kegagalan 8: overprotected
Karena interaksi dominan denganorangtua, anak homeschooling menggunakan orang tua untuk merasakan perlindungan penuh. Ini menyumbang efek samping yang bisa mengurangi kemandirian anak.
Kegagalan 9: Terisolasi
terlalu memisahkan diri dari lingkungan sosial yang mungkin kurang menyenangkan. memang homeschooler aman dan nyaman, namun juga di bagian lain dampaknya kurang mudah saat homeschooler menghadapi ketidakpastian target-targetnya dan sejumlah kesalahan yang banyak terjadi.
Kegagalan 10: Kehilangan sekolah masa depan yang indah
Hilangnya kesempatan bergabung dan bergabung dengan tim sekolah sebaya, misalnya tim olahraga, tim dewan siswa, tim PMR, tim Paskibraka, Cheerleader. Anak-anak homeschooli kehilangan masa indah di sekolah
Kegagalan 11: Menambah biaya
Ketidakmampuan orang tua menguasai topik, jadi sebaiknya bawalah seorang tutor. Atau apakah Anda ingin bergabung dengan komunitas homeschooling, yang membebankan biaya untuk komunitas peserta. Itu berarti biaya yang lebih tinggi
disamping itu orang tua juga harus mempersiapkan buku-buku untuk menunjang kegiatan homeschooling.
dibawah ini adalah buku yang bisa dijadikan rujukan untuk homeschooling
1. Pengetahuan : Ensiklopedia aku ingin tahu mengapa dari grolier indonesia, Ensiklopedia anak muslim dari mizan dll
2. Matematika dan Logika: bisa menggunakan fun thinkers grolier, logico grolier yang terdiri dari logico piccolo, logico primo dan logico Maximo
3. Bahasa Inggris: Bisa menggunakan Talking english grolier
dan lain sebagainya...
Adapun Kekurangan homescholing adalah
Catatan Kurangnya homeschooling dan kegagalan homeschool, setelah itu saya akan menaruh ini.Jika anda setuju, baca terus. Jika Anda tidak setuju dan tergoda untuk mencari tahu tentang homeschooling, baca dulu dan kemudian bandingkan apakah fakta itu terlihat jelas dalam konsep mengajar anak Anda.
Kegagalan 1: sosialisasi
Kurangnya interaksi, terutama dengan teman sebayanya. Asosiasi dengan rekan sebayanya sangat terbatas. Sedangkan partisipasi terkait merupakan syarat penting bagi anak sekolah
Kegagalan 2: Persaingan
Jangan melatih semangat kompetisi. Dan setiap saat kita harus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, dengan cara yang sopan dan hormat. Sedangkan sekolah merupakan tempat yang khas untuk belajar melatih anak untuk berkompetisi.
Kegagalan 3: terisolasi
Hal ini sangat mungkin untuk mengisolasi lingkungan sosial. Apalagi saat orang tua memilih untuk tidak bergaul dan berhubungan dengan tetangga dan kerabat.
Kegagalan 4: Pergaulan terbatas
Keterbatasan terutama berhubungan dengan kelompok sebaya (asuransi jiwa kolektif). Pembatasan asosiasi dengan berbagai orang yang secara sosial heterogen, bisa membuat anak "takut" dan pusing dalam berelasi di masyarakat pada umumnya.
Kegagalan 5: Kerja tim lemah
Karena menggunakan untuk belajar sendiri, sangat mungkin anak tersebut tidak terbiasa bekerja sama, tidak dapat bekerja dalam tim kerja dengan cepat.
Anak-anak homeschool tidak dilatih untuk bekerja sama sebagai sekolah formal, sehingga kerja tim yang relatif tidak terampil.
Kegagalan 6: kepemimpinan lemah
Anak-anak homeschool agak sulit untuk menjadi pemimpin, karena jarang memiliki kesempatan untuk memimpin, terutama untuk kepemimpinan di kelompok anak seumuran.
Kegagalan 7: Kurang bertahan hidup
Kurangnya interaksi dengan berbagaimacam teman dari berbagai strata ekonomi dan sosial membuat anak-anak yang homeschooling kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga dan bertahan dalam kehidupan masyarakat.
Kegagalan 8: overprotected
Karena interaksi dominan denganorangtua, anak homeschooling menggunakan orang tua untuk merasakan perlindungan penuh. Ini menyumbang efek samping yang bisa mengurangi kemandirian anak.
Kegagalan 9: Terisolasi
terlalu memisahkan diri dari lingkungan sosial yang mungkin kurang menyenangkan. memang homeschooler aman dan nyaman, namun juga di bagian lain dampaknya kurang mudah saat homeschooler menghadapi ketidakpastian target-targetnya dan sejumlah kesalahan yang banyak terjadi.
Kegagalan 10: Kehilangan sekolah masa depan yang indah
Hilangnya kesempatan bergabung dan bergabung dengan tim sekolah sebaya, misalnya tim olahraga, tim dewan siswa, tim PMR, tim Paskibraka, Cheerleader. Anak-anak homeschooli kehilangan masa indah di sekolah
Kegagalan 11: Menambah biaya
Ketidakmampuan orang tua menguasai topik, jadi sebaiknya bawalah seorang tutor. Atau apakah Anda ingin bergabung dengan komunitas homeschooling, yang membebankan biaya untuk komunitas peserta. Itu berarti biaya yang lebih tinggi
disamping itu orang tua juga harus mempersiapkan buku-buku untuk menunjang kegiatan homeschooling.
dibawah ini adalah buku yang bisa dijadikan rujukan untuk homeschooling
1. Pengetahuan : Ensiklopedia aku ingin tahu mengapa dari grolier indonesia, Ensiklopedia anak muslim dari mizan dll
2. Matematika dan Logika: bisa menggunakan fun thinkers grolier, logico grolier yang terdiri dari logico piccolo, logico primo dan logico Maximo
3. Bahasa Inggris: Bisa menggunakan Talking english grolier
dan lain sebagainya...








0 komentar:
Posting Komentar