Pernahkah Anda melihat anak-anak Anda "kemurkaan yang aneh" dengan seseorang? Sementara anak Anda sedang berkembang dan belajar bagaimana menghadapi kemarahan, dia mungkin tergoda untuk menggunakan kemarahan sebagai pembelaan terhadap rasa sakit fisik dan mental. Sebagai orang tua, ada banyak cara untuk membantu anak mengatasi momen emosional ini. Berikut adalah beberapa tip bermanfaat untuk mengajari anak Anda bagaimana menghadapi kemarahan:
1. Identifikasi dan pahami perasaan anak Anda: Jika Anda dapat mengidentifikasi emosi anak Anda, anak Anda tidak perlu melindungi perasaan itu dan cenderung bereaksi terhadap kemarahan. Merasa dan memahami emosi Anda membuat perasaan itu lebih tenang dan memberi anak Anda ruang yang aman untuk belajar empati dan keterampilan mengatasi. Di sisi lain, jika Anda mengabaikannya, kemarahan Anda akan meningkat dan melawan untuk melestarikan perasaan pribadi Anda.
2. Episode simpatik: Dengan mendengarkan emosi anak Anda tanpa mengganggu atau bertahan, Anda menciptakan ruang yang aman agar kemarahan anak Anda hilang dan oleh karena itu anak Anda tidak memerlukan pertentangan untuk melindungi posisinya. Melalui empati, Anda membantu bayi Anda menyesuaikan diri dengan kortisol, hormon yang meningkatkan perasaan ketegangan. Keterbukaan Anda mengajarkan bayi Anda untuk bereaksi lebih ringan dan emosional.
3. Ajari anak Anda memecahkan masalah keterampilan: Bila anak Anda memecahkan masalah secara kreatif, neuron akan memperbaiki kebiasaan mereka. Semakin banyak anak mengatasi masalah daripada reaksi emosional, semakin banyak jalur neurologis yang membantu anak-anak mengatur impuls saraf yang marah. Anda bisa mengajari anak Anda untuk mengenali dan membeda-bedakan emosi dengan mengajukan pertanyaan. Misalnya, "Menurut Anda apa yang akan terjadi jika Anda mengikuti yang kedua daripada yang pertama?", "Menurut Anda apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?"
4. Tetapkan standar yang jelas untuk perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima: Ini berarti bahwa walaupun Anda ingin mengenali perasaan anak Anda, membiarkan anak Anda menunjukkan emosi berbeda dengan menerima kebiasaan buruk si anak. Ada aturan umum perilaku dan perilaku, termasuk: tidak memukul, melempar, menghancurkan, atau tidak sopan. Dengan mengatasi perilaku dan hasil anak Anda, Anda akan mendapati bahwa dia dapat lebih menghormati peraturan tersebut.
5. Ajarkan metode relaksasi anak Anda: Dengan berolahraga dengan teknik relaksasi, pernapasan dan metode pengendalian diri, bayi Anda dapat tenang dalam kemarahan. Teknik ini tidak hanya mengubah jalur saraf tapi juga mempengaruhi kontrol denyut nadi. Seperti semua kebiasaan, berbuat banyak akan terbiasa. Misalnya, jika anak Anda belajar menghirup sebelum bertindak impulsif, ini akan membantunya mengendalikan tingkah lakunya dan meminimalkan kontrolnya dengan bertindak.
6. Lebih dekat dengan bayi dan bukan bayi: Sebagai orang tua, Anda adalah instruktur terpenting anak Anda dalam hidup, dan karena menjadi pemandu, anak Anda selalu menantikan untuk bekerja sama mengatasi emosi yang tidak menyenangkan. Jadi jangan menghukum bayimu dengan mengisolasi. Sebagai gantinya, cobalah mendekati anak Anda untuk berbuat banyak untuk membantunya mengendalikan emosi dengan lebih baik seperti latihan pernapasan atau mengajukan pertanyaan untuk mempraktikkan emosi. Ingat, Anda mengajarkan keterampilan sosial untuk bisa berkomunikasi dan mendukung hubungan dengan orang lain daripada sendirian. Bila anak Anda terisolasi, dia mungkin merasa bersalah karena perilaku Anda. Ini hanya menyebabkan anak menolak harga diri dan kembali ke kebiasaan buruk.
7. JANGAN mencoba mengendalikan emosi anak Anda: Penting untuk mengevaluasi perasaan yang dialami anak Anda. Misalnya, jika anak Anda sakit atau menangis, jangan pernah berkata, "Jangan menangis lagi." Sebagai gantinya, evaluasi perasaan anak Anda dan katakan, "Anda tahu ini sangat menyakitkan, jika ibu / ayah Anda akan menangis." Ini akan membuat bayi Anda merasakan simpati, dari mana rasa sakitnya akan menyejukkan. Sebagai simpati, anak Anda akan dengan mudah mempercayai Anda, menyadari bahwa Anda selalu berada di sekitar apa pun. Jika anak Anda dapat mempercayai Anda, dia dapat belajar untuk mempercayai diri Anda dan dunia luar.
8. Jangan bertingkah seperti anak kecil: Anak Anda dapat benar-benar melakukan sesuatu karena emosi, terutama saat melindungi posisinya. Sebagai orang tua, pekerjaanmu selalu bersamamu. Ketenangan Anda membuat anak Anda merasa aman bahkan dalam kekacauan. Anak Anda mungkin takut saat marah. Dengan memainkan peran dewasa Anda, Anda mengajari anak-anak Anda bahwa perasaan marah itu normal, dan saat perasaan itu hilang, Anda masih di sana, menjaga tempat yang aman untuk bayi Anda.
9. Ajarkan anak Anda untuk mengenali tanda-tanda kemarahan: Jika anak Anda dapat mengikuti dia, maka dia dapat mengendalikannya. Dengan mengenali emosi yang terkait dengan kemarahan, anak Anda bisa mengenali asal mula emosi tersebut. Ini membantu anak Anda mengendalikan diri sebelum dia terjebak dalam emosi yang marah. Jika Anda mendapati anak Anda terlalu lelah atau mudah tersinggung, Anda bisa mengajari dia untuk mengenali emosi yang sedang terjadi dengan beristirahat bersamanya, membacakannya, atau menghabiskan waktu bersamanya.
10. Ajarkan anak-anak Anda bagaimana memahami emosinya: Dengan mengenali emosi yang mendorong perilaku Anda, anak Anda dapat belajar bagaimana memanipulasi perilaku itu dengan bijak. Menulis, menggambar, dan melukis adalah cara bagus untuk menggambarkan masalah yang membuat anak Anda tidak nyaman, terutama saat anak tersebut tidak dapat berkata apa-apa. Begitu emosi itu terbuka, Anda bisa membantunya mengendalikan kemarahannya dengan lebih mudah.
11. Beri anak Anda pelatihan pengendalian kemarahan: Anda dapat memberi bayi Anda daftar lima tindakan yang dapat dia lakukan - seperti bernapas dalam sebentar atau melukis gambar - dan menempelkannya di suatu tempat yang dapat dilihat anak Anda, misalnya Pintu kamar Tidur atau kulkas Anda. Dengan cara ini, bayi Anda dapat melatih kemampuan mengendalikan emosi setiap saat.
12. Stick dengan anak-anak: Seorang anak berperilaku baik dapat belajar untuk mengatasi dan mengendalikan emosinya, memecahkan masalah, mengatasi dan menahannya sampai mereka dipecahkan. Anak yang berperilaku baik akan menikmati kreativitas dan kontrol. Akhirnya, ingatlah bahwa Anda: orang tua, membuat perbedaan. Dengan mengikuti tip berikut, Anda dapat membantu memperkuat hubungan Anda dengan bayi Anda dan membantunya menghindari kemarahan yang tidak perlu. Jika Anda mendapati anak Anda memiliki masalah hubungan, intimidasi, atau mencoba menyakiti dirinya sendiri, orang lain atau hewan, carilah pilihan perawatan profesional untuk anak Anda.
10. Ajarkan anak-anak Anda bagaimana memahami emosinya: Dengan mengenali emosi yang mendorong perilaku Anda, anak Anda dapat belajar bagaimana memanipulasi perilaku itu dengan bijak. Menulis, menggambar, dan melukis adalah cara bagus untuk menggambarkan masalah yang membuat anak Anda tidak nyaman, terutama saat anak tersebut tidak dapat berkata apa-apa. Begitu emosi itu terbuka, Anda bisa membantunya mengendalikan kemarahannya dengan lebih mudah.
11. Beri anak Anda pelatihan pengendalian kemarahan: Anda dapat memberi bayi Anda daftar lima tindakan yang dapat dia lakukan - seperti bernapas dalam sebentar atau melukis gambar - dan menempelkannya di suatu tempat yang dapat dilihat anak Anda, misalnya Pintu kamar Tidur atau kulkas Anda. Dengan cara ini, bayi Anda dapat melatih kemampuan mengendalikan emosi setiap saat.
12. Stick dengan anak-anak: Seorang anak berperilaku baik dapat belajar untuk mengatasi dan mengendalikan emosinya, memecahkan masalah, mengatasi dan menahannya sampai mereka dipecahkan. Anak yang berperilaku baik akan menikmati kreativitas dan kontrol. Akhirnya, ingatlah bahwa Anda: orang tua, membuat perbedaan. Dengan mengikuti tip berikut, Anda dapat membantu memperkuat hubungan Anda dengan bayi Anda dan membantunya menghindari kemarahan yang tidak perlu. Jika Anda mendapati anak Anda memiliki masalah hubungan, intimidasi, atau mencoba menyakiti dirinya sendiri, orang lain atau hewan, carilah pilihan perawatan profesional untuk anak Anda.






















